All Of Ubuntu
DHCP Server under Ubuntu 5.10
DHCP atau kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Sebenarnya kata Dynamic sudah dapat mewakili semuanya. Jika kita yang sudah familiar di Linux Networking mungkin dapat dengan mudah memahami maksud serta tujuan di buatnya DHCP Server.
Saya sendiri pada awalnya masih menerapkan Static Address untuk pengalamatan di kantor tempat saya bekerja. Tapi dengan bertambahnya jumlah PC, dan guna meningkatkan keamanan. Akhirnya DHCP memang dapat dijadikan alternatif yang sangat baik.
Dengan adanya DHCP Admin tidak perlu mengeset satu persatu komputer user dengan alamat yang statis. Biarlah DHCP-Server yang memberikan alamat sesuai dengan range yang diberikan. Dari sisi keamanan tentu saja konfigurasi ini lebih aman, karena user tidak akan dapat merubah IP secara manual, dan jika user sengaja merubah IP maka ia tidak akan dapat berkomunikasi secara jaringan.
Tutorial berikut saya coba uraikan dari konfigurasi yang saya pakai. Adapun tingkatannya adalah untuk BASIC User seperti saya. Adapun paket-paket yang diperlukan adalah :
-Operating System : Ubuntu Breezy Badger 5.10
- DHCP Server : DHCP3
Tahap Installasi dan Konfigurasi
Jika anda sudah mempunyai Box Ubuntu maka yang perlu anda lakukan adalah cukup menginstall paket DHCP saja. DHCP yang saya gunakan adalah DCP versi 3. untuk menginstallasinya jalankan perintah berikut :
# Sudo apt-get install dhcp3-server
tunggu sampai proses selesai, kemudian rubah konfigurasi file dhcp3-server pada direktori /etc/default/ dengan menjalankan perintah :
# Sudo Vi /etc/default/dhcp3-server
Cari baris yang berisi INTERFACES=”” kemudian rubah menjadi :
INTERFACES=”eth0″ (atau tergantung Ethernet mana yang akan anda gunakan, tetapi jika hanya terdapat 1 ethernet maka secara default ketikkan eth0)
Tahapan selanjutnya adalah merubah file dhcpd.conf yang terdapat pada direktori /etc/dhcp3, dengan menjalankan perintah berikut :
# Sudo Vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Cari baris perintah :
# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
Kemudian rubah menjadi :
# option definitions common to all supported networks…
#option domain-name “example.org”;
#option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;
#default-lease-time 600;
#max-lease-time 7200;
Kemudian cari lagi baris perintah berikut :
# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}
Dan rubah menjadi :
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 { # Subnet merupakan range IP mana yang anda gunakan, pada contoh saya menggunakan range IP Kelas C
range 192.168.0.1 192.168.0.254; # Range ini merupakan jangkauan alamat IP yang digunakan, pada contoh saya menggunakan range IP kelas C dengan jangkauan alamat 1-254)
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5; #DNS yang anda gunakan, tanda koma untuk memasukkan DNS secondary
option domain-name “micokelana.com”; #Nama dari DHCP Server
option routers 192.168.0.1; # Merupakan Gateway yang kita butuhkan untuk konek ke internet
option broadcast-address 192.168.0.255; # Merupakan alamat untuk Broadcast
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Jika anda menginginkan setiap user mendapatkan IP yang tetap, misalnya user 1 akan tetap mendapatkan IP 192.168.0.2, maka anda harus menambahkan perintah berikut :
Cari baris :
# Fixed IP addresses can also be specified for hosts. These addresses
# should not also be listed as being available for dynamic assignment.
# Hosts for which fixed IP addresses have been specified can boot using
# BOOTP or DHCP. Hosts for which no fixed address is specified can only
# be booted with DHCP, unless there is an address range on the subnet
# to which a BOOTP client is connected which has the dynamic-bootp flag
# set.
#host fantasia {
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}
Kemudian anda dapat mengkonfigurasi sesuai dengan jaringan ditempat anda,saya berikan contoh berikut :
host User1{
hardware ethernet 08:00:FE:26:c0:a5; # ketikkan MAC Address User1
fixed-address 192.168.0.2; # IP address User1
}
Dengan begitu User 1 akan selalu mendapatkan IP 192.168.0.2
Jangan lupa simpan konfigurasi yang anda buat, kemudian restart Server DHCP dengan perintah :
# Sudo /etc/init.d/dhcp-server restart
Langkah berikutnya anda tinggal menyesuaikan dengan jumlah komputer dan konfigurasi pada jaringan yang anda buat. Dan untuk bereksperimen anda dapat memperhatikan setiap baris pada file dhcpd.conf, secara keseluruhan file konfigurasi tersebut sudah memberikan penjelasan STEP by STEP.
Selamat mencoba
Instalasi Virtual Box Di Ubuntu Edgy Eft
Pasti anda pernah mendengar Virtual Machine yang dibuat oleh VMware. Dengan VMware kita dapat menjalankan beberapa Operating System didalam satu komputer. Proses instalasi VMware juga tidak terlalu rumit jika anda menggunakan windows OS, dan jika anda menggunakan ubuntu linux agak sedikit berbeda tahapan instalasinya. Tetapi untuk menggunakan VMware secara legal kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit.
Kini anda tidak perlu khawatir karena telah ada virtual machine open source yang dapat kita gunakan secara gratis dan legal. Jika anda pengguna windows (legal tentunya), dan bagi pengguna ubuntu linux (sudah pasti legal) solusi berikut bisa menjadi pilihan untuk mempermudah proses komputasi anda.
Virtual Box yang dikembangkan oleh Innotek merupakan emulator PC yang berjalan pada flatform windows dan Linux. Saya tidak akan membahas secara detail untuk instalasi di flatform Windows, karena saya yakin dengan memejamkan mata anda dapat melakukannya
, karena saya pengguna Ubuntu Linux pemula izinkan saya berbagi pengalaman didalam menggunakan Virtual Box di box Ubuntu kesayangan saya, nyengir lagi ah
.
Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah, pastikan anda menggunakan Ubuntu Linux yang sudah siap di komputer anda, jika anda masih menggunakan windows, tolong itu di install ubuntu linux dulu agar dapat mencoba guide ini.
Download paket Virtual Box untuk Ubuntu 6.10 Edgy Eft. Jika download sudah selesai maka langkah berikutnya anda harus menginstal library agar dapat menginstal virtual box. Kedua library tersebut adalah “libxalan 110″.
Saya menggunakan ubuntu terminal untuk melakukan proses instalasi library tersebut, dan repository yang saya gunakan adalah repository kambing.vlsm.org. Berikut perintahnya dan screenshootnya.
sudo apt-get install libxalan110
Jika proses instalasi libxalan110 sudah selesai dan berhasil maka berikutnya anda sudah dapat melakukan instalasi virtual box.
Untuk melakukan proses instalasi virtual box saya tidak menggunakan modus terminal, melainkan menggunakan modus GUI menggunakan GDebi Package Installer yang sudah terinstal bersama Ubuntu Edgy. Klik 2 X (dua kali) file virtual box yang telah anda download (VirtualBox_1.3.2_Ubuntu_Edgy_x86.deb), perhatikan screenshoot berikut :
Klik Install Package
Biarkan GDebi Package Installer melakukan proses instalasi secara otomatis
Jangan diapa-apain dulu yah
Sedikit lagi selesai kok
Benerkan apa saya bilang, sudah selesai ![]()
Jika anda sudah melihat screenshoot tersebut berarti proses instalasi sudah selesai, maka tombol close boleh anda klik.
Untuk melihat shortcut virtual box dapat anda lihat pada menu utama ubuntu, jika belum ada maka anda harus mengkonfigurasinya dari System –> Preferences –> Menu Layout.
Kemudian pada bagian “Menus” anda klik System Tools seperti pada gambar diatas. Pada bagian items ada satu item baru dengan nama “InnoTek VirtualBox”.
Agar dapat ditampilkan pada menu utama ubuntu linux anda maka anda klik “Applications” pada bagian “Menus” kemudian centang pada bagian “System Tools”, seperti gambar berikut :
Tampilan muka Virtual Box ketika dijalankan
Selamat mencoba tahapan instalasi terlebih dulu. Berikutnya saya akan berbagi pengalaman bagaimana menggunakan Virtual Box untuk menginstall OS lain didalam Ubuntu Edgy eft saya.
Install Ubuntu Linux Tanpa Menggangu Windows
Ingin coba ubuntu dari Windows XP, tentunya anda tidak perlu repot-repot membuat partisi Linux maupun windows layaknya proses instalasi pada umumnya. UnOfficial Ubuntu Project, pada tanggal 19 Januari 2007 lalu meluncurkan “Windows-based installer for Ubuntu”. Berawal dari keinginan membuat ubuntu lebih mudah digunakan, dan tidak beresiko untuk menginstall ubuntu pada partisi Windows yang sering digunakan oleh kebanyakan pengguna.
Jika mereka berawal dari keinginan untuk membuat mudah, lainnya dengan saya yang berkeinginan untuk mencoba project yang telah dluncurkan tersebut. Tanpa pikir panjang saya langsung menuju ke url project tersebut di alamat https://wiki.ubuntu.com/install.exe/Prototype. Pada url tersebut terdapat paparan lebih lanjut mengenai project install.exe.
Terdapat tiga pilihan untuk mendapatkan file installasi ubuntu install.exe pada url tersebut, yang pertama melalui torrent, kedua melalui instalasi online dan yang ketiga anda dapat memperoleh sumber dari file tersebut untuk dikembangkan lebih jauh.
Sebelum anda memilih, sebaiknya anda pastikan bahwa anda memiliki koneksi internet yang memadai untuk ketiga opsi diatas. Tapi anda tidak perlu khawatir, karena ketiga sumber diatas mendukung “resume”, jadi jika download terputus anda dapat melanjutkannya lagi. Saya menggunakan koneksi internet kabel dengan bandwith 64 Kbps, dan saya memilih mendownload menggunakan torrent. Mulai download pukul 17:00 WIB sore hari, dan karena berbagai alasan download saya putus pada pukul 07:00 WIB, kemudian saya lanjutkan lagi dengan waktu yang sama. Berarti menghabiskan waktu dua hari untuk mendownload file sebesar 589 MB.
Berikut saya berikan screenshot dari awal instalasi ubuntu install.exe
Kebetulan nyimpennya disini
preloader installernya (ada suaranya lho
)
Pilih bahasa yang digunakan
Tentunya yang sedikit ngerti bahasa inggris
Pilih normal, untuk expert belum tersedia
pilih ubuntu, untuk turunan yang lain belum tersedia juga
Set username, tapi gak ngaruh sih, bisa diabaikan
Sedikit tampilan proses instalasi
Setup komplit deh, ada pesan untuk reboot komputer, sampai pada tahap ini proses instalasi sudah berjalan sukses. Kalau saya pada opsi terakhir ya pilih “no” karena saya terlebih dulu merubah seting waktu boot time windows pada file “boot.ini”, tapi jika sebelumnya anda tidak pernah merubah waktu boot silahkan pilih opsi “yes”.
Untuk merubah waktu boot pada file boot ini, dengan cara :
klik kanan my computer
pilih properties
pilih tab advanced
pilih tombol “setting” pada group Startup and Recovery
centang “Time to display list of operating systems”
kemudian isi dengan angka “5″ (bisa anda ganti, 5 = 5 detik)
kemudian klik ok
restart komputer anda
Maka tampilan boot loader windows pada saat anda melakukan restart akan seperti dibawah ini :
Jika anda pilih “ubuntu”, maka akan langsung tampil boot loader ubuntu seperti dibawah ini :
tunggu beberapa saat untuk login secara otomatis ke ubuntu desktop.
Catatan :
Pada saat melakukan proses instalasi ubuntu install.exe, saya menggunakan ubuntu-instal.exe v3 yang diinstal pada komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :
Processor : Intel P4 Dual Core 3 GHz
RAM : 1 GB
HD : Sata 200 GB
dengan tidak ada permasalahan sama sekali, hanya saja ketika saya instal pada komputer dengan spesifikasi :
Processor : Intel P4 2,4 GHz
RAM : 1 GB
HD : Ata 80 GB
ubuntu tidak dapat berjalan normal, dengan menampilkan pesan sebagai berikut :
BusyBox v1.1.3 (Debian 1:1.1.3-2ubuntu3) Built-in shell (ash)
Enter ‘help’ for a list of built-in commands./bin/sh: can’t access tty; job control turned off
( initramfs)
mencoba berbagai solusi pada website :
https://wiki.ubuntu.com/install.exe/Prototype
http://www.ubuntuforums.org/showthread.php?t=338279
belum ada solusi yang berhasil memecahkan permasalahan tersebut. (udah cape browsing gak ketemu-ketemu)
Selamat mencoba …
Konfigurasi Samba Sebagai PDC di Ubuntu Server
Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block). Jaringan yang semacam ini biasa dijumpai pada Windows workgroup atau Windows NT Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung antara Windows dan UNIX.
Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD dan NMBD. Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan. Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller, dan banyak fungsi lainnya.
Berikut ini adalah cara mengkonfigurasi Samba Server Sebagai PDC :
1. pertama dowload program samba dan accesorisnya :
apt-get install samba samba-common samba-doc libcupsys2-gnutls10 libkrb53 winbind smbclient
2. Konfigurasi /etc/samba/smb.conf sebagai berikut :
[global]
workgroup = ubuntudk.com –> ubah sesuain yang kita mau
netbios name = ubuntuserver –> ubah sesuain yang kita mau
server string = %h server (Samba, Ubuntu) –> ubah sesuain yang kita mau
passdb backend = tdbsam
security = user
username map = /etc/samba/smbusers
name resolve order = wins bcast hosts
domain logons = yes
preferred master = yes
wins support = yes
# Useradd scripts
add user script = /usr/sbin/useradd -m %u
delete user script = /usr/sbin/userdel -r %u
add group script = /usr/sbin/groupadd %g
delete group script = /usr/sbin/groupdel %g
add user to group script = /usr/sbin/usermod -G %g %u
add machine script = /usr/sbin/useradd -s /bin/false/ -d /var/lib/nobody %u
idmap uid = 15000-20000
idmap gid = 15000-20000
# sync smb passwords woth linux passwords
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .
passwd chat debug = yes
unix password sync = yes
# set the loglevel
log level = 3
[homes]
comment = Home
valid users = %S
read only = no
browsable = no
[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
admin users = Administrator
valid users = %U
read only = no
[profile]
comment = User profiles
path = /home/samba/profiles
valid users = %U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
browsable = no
3. Buat beberapa direktori berikut sebagai domain logon dan profile :
mkdir /home/samba
mkdir /home/samba/netlogon
mkdir /home/samba/profiles
mkdir /var/spool/samba
chmod 777 /var/spool/samba/
chown -R root:users /home/samba/
chmod -R 771 /home/samba/
4. Lalu restart samba
/etc/init.d/samba restart
5. Ubah pada bagian /etc/nsswitch.conf, pada baris :
hosts: files dns
menjadi :
hosts: files wins dns
6. tambahkan beberapa pc clinet pada /etc/hosts :
127.0.0.1 localhost
192.168.0.136 ubuntuserver.dk.co.id ubuntuserver.dk.co.id
192.168.0.131 ciko
192.168.0.133 dian
192.168.0.135 gustin
7. Tambahkan user root kedalam user samba :
smbpasswd -a root
New SMB password:
Retype new SMB password:
8. buat file /etc/samba/smbusers lalu jalankan :
echo “root = Administrator” > /etc/samba/smbusers
mengartikan bahwa user root = user administrator pada windows
9. Test drive, apakah settingan kita dah benar :
smbclient -L localhost -U%
akan menghasilkan output :
Domain=[UBUNTUDK.COM] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.22]
Sharename Type Comment
——— —- ——-
netlogon Disk Network Logon Service
allusers Disk All Users
IPC$ IPC IPC Service (ubuntuserver server (Samba, Ubuntu))
ADMIN$ IPC IPC Service (ubuntuserver server (Samba, Ubuntu))
Domain=[UBUNTUDK.COM] OS=[Unix] Server=[Samba 3.0.22]
Server Comment
——— ——-
UBUNTUSERVER ubuntuserver server (Samba, Ubuntu)
Workgroup Master
——— ——-
UBUNTUDK.COM UBUNTUSERVER
10. lalu kita setup domain group untuk windows, jalankan perintah :
net groupmap modify ntgroup=”Domain Admins” unixgroup=root
net groupmap modify ntgroup=”Domain Users” unixgroup=users
net groupmap modify ntgroup=”Domain Guests” unixgroup=nogroup
11. tambah user linux dan user samba dengan cara :
user linux :
useradd ciko -m -G users
user samba :
smbpasswd -a ciko
12. Sekarang tambahan direktori share yang akan dipakai oleh seluruh user :
mkdir -p /home/shares/allusers
chown -R root:users /home/shares/allusers/
chmod -R ug+rwx,o+rx-w /home/shares/allusers/
13. Ubah juga pada /etc/samba/smb.conf, tambahkan baris berikut :
[allusers]
comment = All Users
path = /home/shares/allusers
valid users = @users
force group = users
create mask = 0660
directory mask = 0771
writable = yes
14. lalu restart samba kembali :
/etc/init.d/samba restart
15. Langkah Yang terakhir dalah dengan menjoinkan mesin windows ke pdc linux kita, dengan cara : ( Testing Dengan Windows XP )
- click kanan pada mycomputer
- pilih computer name lalu change
- masukan domain PDC pada bagisn domain
- akan muncul windows yang meminta memasukan user dan password, pada langkah ini masukan user root dan password samba untuk user root
- OK
- Akan muncul bahwa kita sukses menjoinkan mesin windows ke PDC linux
Nb :
Ubuntu Server 6.06
Windows Xp SP2 ( Client )
No Comments
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
You must be logged in to post a comment.
























